kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.729   61,00   0,35%
  • IDX 6.101   5,57   0,09%
  • KOMPAS100 803   -2,01   -0,25%
  • LQ45 613   -3,15   -0,51%
  • ISSI 214   0,34   0,16%
  • IDX30 350   -1,66   -0,47%
  • IDXHIDIV20 434   -5,26   -1,20%
  • IDX80 93   -0,25   -0,27%
  • IDXV30 120   -0,87   -0,72%
  • IDXQ30 114   -1,47   -1,27%
SOSOK /

Profil Stephane de La Faverie, Sosok di Balik Transformasi Estee Lauder


Jumat, 22 Mei 2026 / 09:51 WIB
Profil Stephane de La Faverie, Sosok di Balik Transformasi Estee Lauder
ILUSTRASI. Mengenal profil Stephane de La Faverie, CEO Estee Lauder yang memiliki rekam jejak panjang dalam mengelola merek kosmetik prestisius global. (REUTERS/Lucy Nicholson)

Sumber: Estee Lauder Companies,Reuters | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Estée Lauder Companies Inc kini berada di bawah kendali kepemimpinan Stephane de La Faverie.

Sebagai Presiden dan Chief Executive Officer (CEO), de La Faverie memegang tanggung jawab penuh atas operasional global korporasi, termasuk manajemen portofolio merek kecantikan mewah yang tersebar di berbagai negara. 

Pengalaman internasionalnya yang luas selama lebih dari dua dekade menjadikannya sosok kunci dalam menavigasi perusahaan di tengah dinamika pasar kosmetik yang kompetitif.

Baca Juga: Profil CEO ASML Christophe Fouquet, Veteran Semikonduktor di Tengah Krisis Chip AI

Rekam Jejak Karier dan Kepemimpinan Prestasious

Stephane de La Faverie bukanlah orang baru di ekosistem Estée Lauder. Dilansir dari profil eksekutif di situs resmi Estée Lauder Companies, ia telah bergabung dengan korporasi selama bertahun-tahun dengan menduduki berbagai posisi strategis.

Sebelum menjabat sebagai CEO pada awal tahun 2025, ia merupakan Executive Group President yang mengawasi merek-merek ikonik seperti Estée Lauder, AERIN Beauty, Jo Malone London, Le Labo, KILIAN PARIS, Editions de Parfums Frédéric Malle, DARPHIN PARIS, LAB Series, dan DECIEM.

Salah satu pencapaian terbesarnya terjadi saat ia menjabat sebagai Global Brand President untuk Estée Lauder dan AERIN Beauty periode 2016-2022.

Di bawah arahannya, merek namesake tersebut mengalami modernisasi yang signifikan dan berhasil menarik minat konsumen dari generasi muda tanpa meninggalkan basis pelanggan setianya.

Ia sukses memperkuat dominasi merek dalam kategori perawatan kulit (skincare) dan wewangian (fragrance), yang merupakan pilar utama profitabilitas perusahaan.

Berikut adalah detail latar belakang dan kompetensi profesional Stephane de La Faverie:

  • Pendidikan tinggi formal diselesaikan di ESC Bordeaux Business School, Prancis.
  • Memiliki kemampuan komunikasi multilateral yang fasih dalam 3 bahasa utama, yakni bahasa Prancis, bahasa Inggris, dan bahasa Spanyol.
  • Memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di industri kecantikan mewah, termasuk peran kepemimpinan sebelumnya di grup kosmetik besar seperti L'Oréal.
  • Memiliki keahlian dalam manajemen operasi terintegrasi, pengembangan merek prestisius, serta pemahaman komprehensif terhadap relevansi pasar lokal di Asia, Amerika, dan Eropa.
  • Dikenal sebagai pemimpin yang fokus pada inovasi produk berbasis data serta integrasi strategi digital ke dalam pengalaman belanja tradisional.

Gaya kepemimpinannya sering digambarkan sebagai kombinasi antara ketajaman bisnis yang disiplin dengan kepekaan artistik terhadap identitas merek mewah.

Ia diakui mampu merampingkan struktur organisasi agar lebih lincah dalam merespons tren kecantikan global yang berubah cepat.

Tonton: Eks Bos Vale Pimpin BUMN Baru Prabowo! Danantara Siap Ambil Alih Ekspor SDA RI

Fokus Pemulihan Bisnis dan Keputusan Strategis

Di tengah upayanya memperkuat fondasi perusahaan, de La Faverie baru-baru ini mengambil langkah berani dengan menghentikan pembicaraan merger dengan Puig.

Melansir pemberitaan dari Reuters, langkah ini diambil agar manajemen dapat memberikan fokus penuh pada agenda Beauty Reimagined, sebuah rencana restrukturisasi internal untuk memperbaiki kinerja keuangan korporasi.

Sebagai bagian dari strategi pemulihan tersebut, de La Faverie memprioritaskan beberapa poin operasional:

  • Optimalisasi portofolio merek dengan margin profit tinggi.
  • Penutupan gerai yang tidak produktif dan peningkatan efisiensi operasional global.
  • Restrukturisasi organisasi termasuk pemangkasan posisi kerja guna merampingkan struktur biaya.
  • Peningkatan alokasi investasi pada inovasi produk yang berfokus langsung pada kebutuhan konsumen.

Keputusan untuk tetap berdiri mandiri tanpa melakukan merger besar saat ini dinilai oleh para analis sebagai sinyal kepercayaan diri de La Faverie terhadap kekuatan internal korporasi.

Fokusnya kini adalah memastikan Estée Lauder tetap menjadi pemimpin dalam industri kecantikan prestisius melalui pertumbuhan yang berkelanjutan dan sehat secara finansial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×