Sumber: LIV Golf,Reuters | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Kompetisi golf profesional global, LIV Golf, tengah memasuki babak baru di bawah kendali kepemimpinan Chief Executive Officer (CEO) Scott O’Neil.
Pria berkebangsaan Amerika Serikat (AS) tersebut kini memikul tanggung jawab besar untuk membawa liga golf independen ini menuju kemandirian finansial setelah periode ekspansi yang masif.
Melansir dari situs resmi LIV Golf, Scott O’Neil resmi menjabat sebagai CEO pada tanggal 15 Januari 2025 untuk menggantikan posisi Greg Norman.
Baca Juga: Jon Voight Lobi Trump soal Pajak Film, Hollywood Terancam Pindah
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri olahraga dan hiburan global, ia dikenal sebagai eksekutif yang fokus pada pertumbuhan nilai perusahaan, manajemen talenta, serta inovasi lanskap bisnis.
Rekam Jejak Kepemimpinan Scott O’Neil
Sebelum mengarsiteki strategi masa depan LIV Golf, rekam jejak kepemimpinan Scott O’Neil telah terbangun di berbagai organisasi olahraga terkemuka dunia.
Ia merupakan lulusan sarjana dari Villanova University tahun 1992 dan berhasil meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Harvard Business School.
Dalam perjalanan karier profesionalnya, Scott O’Neil pernah menduduki posisi strategis sebagai Senior Vice President di National Basketball Association (NBA) pada periode tahun 2000-2008.
Setelah itu, ia dipercaya menjadi Presiden Madison Square Garden Sports yang mengawasi operasional harian tim basket New York Knicks dan tim hoki es New York Rangers.
Kariernya semakin melesat saat menjabat sebagai CEO Harris Blitzer Sports & Entertainment (HBSE).
Di perusahaan tersebut, ia sukses mengelola portofolio investasi olahraga bernilai tinggi, termasuk mendongkrak nilai waralaba tim NBA Philadelphia 76ers dan tim NHL New Jersey Devils hingga melampaui pertumbuhan nilai perusahaan sebesar US$ 2 miliar atau setara Rp 35,26 triliun (kurs Rp 17.630).
Sebelum berlabuh di industri golf, jabatan terakhirnya adalah CEO Merlin Entertainments, sebuah perusahaan hiburan berbasis di Inggris yang mengoperasikan lebih dari 140 atraksi wisata di 23 negara.
Misi Pencarian Modal Baru
Kini, keahlian manajemen Scott O’Neil benar-benar diuji seiring dengan perubahan peta pendanaan liga.
Berdasarkan laporan dari Reuters, LIV Golf sedang gencar mencari investor baru dengan target suntikan modal hingga mencapai US$ 250 juta atau sekitar Rp 4,40 triliun untuk operasional jangka panjang di luar tahun ini.
Langkah strategis ini diambil menyusul keputusan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi yang berencana menghentikan sokongan dana bagi LIV Golf setelah musim kompetisi tahun 2026 berakhir.
Sejak meluncurkan liga ini pada tahun 2022, PIF diperkirakan telah menginvestasikan dana investasi berkisar antara US$ 5 miliar-US$ 8 miliar.
Namun, lembaga dana kekayaan negara tersebut kini memilih mengalihkan fokus investasinya ke sektor domestik Arab Saudi.
Tonton: Noel Meledak di Sidang Korupsi K3: “Saya Menyesal Jadi Wakil Menteri!”
Rencana Strategis dan Proyeksi Profitabilitas
Untuk meyakinkan para calon investor, Scott O’Neil menawarkan proyeksi bisnis yang terukur untuk menjamin keberlanjutan liga. Berikut adalah beberapa poin utama dan skema rencana investasi yang tengah disiapkan oleh manajemen LIV Golf:
- Target Modal Utama: Manajemen menawarkan peluang investasi senilai US$ 250 juta yang diproyeksikan mampu membawa liga mencapai tingkat profitabilitas dalam jangka waktu dua tahun ke depan.
- Skema Alternatif Finansial: Terdapat rencana investasi cadangan senilai US$ 150 juta (sekitar Rp 2,64 triliun) yang akan dikombinasikan dengan strategi efisiensi dan kompensasi dari sektor pendapatan lain.
- Optimalisasi Hak Siar: Manajemen akan mengompensasi kebutuhan modal melalui kesepakatan hak siar media baru yang lebih kompetitif di pasar global.
- Monetisasi Aset Tim: Pendapatan tambahan akan diperoleh melalui penjualan 13 tim aktif yang bernaung di bawah payung kompetisi LIV Golf, di mana masing-masing tim terdiri dari empat pegolf profesional.
- Penyesuaian Jadwal Kompetisi: Sebagai bagian dari evaluasi operasional, liga telah menunda turnamen di New Orleans yang semula dijadwalkan pada bulan Juni, sehingga terdapat jeda jadwal antara turnamen LIV Golf Andalucia di Spanyol pada tanggal 4-7 Juni dan LIV Golf UK pada tanggal 23-26 Juli.
Tantangan utama yang dihadapi oleh Scott O’Neil dalam menarik minat investor baru adalah pembuktian kinerja keuangan, mengingat liga ini belum mencetak keuntungan operasional sejak awal pembentukannya.
Di sisi lain, manajemen juga harus memastikan komitmen jangka panjang dari para bintang golf dunia yang telah bergabung, seperti Bryson DeChambeau, Jon Rahm, Joaquin Niemann, Cameron Smith, dan Tyrrell Hatton, agar nilai jual kompetisi tetap tinggi di mata sponsor dan pemegang hak siar televisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













