kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%
SOSOK /

Profil Lucy Guo: Sosok Miliarder Termuda yang Geser Posisi Taylor Swift


Kamis, 05 Februari 2026 / 18:35 WIB
Profil Lucy Guo: Sosok Miliarder Termuda yang Geser Posisi Taylor Swift
ILUSTRASI. Profil Lucy Guo: Sosok Miliarder Termuda yang Geser Posisi Taylor Swift. (NULL/Istimewa)

Sumber: Observer,Forbes,CNBC | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Nama Lucy Guo mendadak ramai dibicarakan oleh para pelaku pasar setelah ia resmi dinobatkan sebagai miliarder wanita termuda di dunia yang membangun kekayaannya sendiri.

Keberhasilan pengusaha di bidang teknologi ini sekaligus menggeser posisi bintang pop Taylor Swift dalam jajaran orang terkaya dunia kategori self-made.

Berdasarkan data terbaru dari Forbes, nilai kekayaan bersih Lucy Guo saat ini diperkirakan mencapai US$ 1,5 miliar. 

Baca Juga: Karyawan Washington Post Terancam PHK, Bezos Pilih Diam Seribu Bahasa

Jika dihitung menggunakan kurs terbaru sebesar Rp 16.838 per Dolar AS, total pundi-pundi kekayaan perempuan berusia 30 tahun tersebut menembus Rp 25,25 triliun.

Lonjakan kekayaan yang sangat signifikan ini bersumber dari kepemilikan sahamnya di Scale AI, sebuah perusahaan penyedia infrastruktur data untuk kecerdasan buatan, serta keberhasilan perusahaan rintisan barunya yang bernama Passes.

Tren ini menunjukkan bahwa sektor pendukung AI masih menjadi ladang keuntungan yang sangat besar di pasar global.

Perjalanan Membangun Scale AI dari Nol

Kesuksesan Lucy Guo tidak datang begitu saja, melainkan berawal dari keberaniannya mengambil risiko besar sejak muda.

Dikutip dari Observer, Guo sempat menempuh pendidikan di Carnegie Mellon University sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti kuliah atau drop out.

Langkah ini ia ambil setelah terpilih mendapatkan Thiel Fellowship, sebuah program hibah bergengsi bagi anak muda untuk fokus membangun bisnis.

Pada tahun 2016, saat usianya baru 21 tahun, ia mendirikan Scale AI bersama Alexandr Wang. Perusahaan ini memiliki peran krusial dalam industri teknologi karena menyediakan layanan pelabelan data yang dibutuhkan untuk melatih algoritma pembelajaran mesin (machine learning).

Layanan mereka digunakan oleh raksasa dunia, mulai dari produsen mobil otonom hingga instansi militer di Amerika Serikat.

Meskipun Guo sudah tidak terlibat dalam operasional harian Scale AI sejak 2018, ia tetap mempertahankan kepemilikan saham yang signifikan.

Seiring dengan melambungnya valuasi perusahaan tersebut di tengah demam teknologi AI dunia, nilai aset pribadi Guo ikut terkerek naik hingga menjadikannya salah satu wanita terkaya di bumi.

Inovasi Lewat Passes dan Kedisiplinan Harian

Setelah sukses dengan Scale AI, Guo kembali mencatatkan prestasi lewat pendirian Passes, sebuah platform yang membantu para kreator konten mendapatkan penghasilan langsung dari penggemar.

Perusahaan rintisan ini baru saja mengamankan pendanaan seri A senilai US$ 40 juta atau setara dengan Rp 673,52 miliar pada awal tahun 2024.

Selain kemampuan bisnisnya, gaya hidup Guo yang sangat disiplin juga menarik perhatian komunitas bisnis. Ia dikenal memiliki jadwal harian yang sangat ketat untuk memastikan produktivitasnya tetap berada di level maksimal meskipun memimpin banyak proyek besar secara bersamaan.

Tonton: Demam Emas Berujung Skandal Penipuan di China, Dana Nasabah Rp 23 T Terancam Hilang

Menurut laporan dari CNBC, berikut adalah beberapa kunci kedisiplinan hidup Lucy Guo yang mendukung kesuksesannya:

  • Manajemen Waktu Tidur: Ia sangat menjaga jam istirahat agar tetap memiliki fokus yang tajam dalam mengambil keputusan strategis perusahaan.
  • Olahraga Berintensitas Tinggi: Rutinitas fisik setiap pagi menjadi cara bagi Guo untuk melatih ketahanan mental dalam menghadapi tekanan industri teknologi yang kompetitif.
  • Pola Makan Teratur: Diet ketat dijalankan untuk menjaga level energi tetap stabil sepanjang hari selama bekerja di lingkungan startup yang serba cepat.
  • Pemanfaatan Teknologi Kesehatan: Guo menerapkan metode biohacking atau memantau kondisi tubuhnya menggunakan perangkat digital canggih demi menjaga kebugaran optimal.

Inspirasi bagi Investor dan Dunia Usaha

Kehadiran Lucy Guo sebagai miliarder baru, memberikan perspektif penting bagi para investor mengenai arah perkembangan industri teknologi masa depan.

Keberhasilannya membuktikan bahwa investasi pada perusahaan yang menyediakan "bahan bakar" bagi AI, yaitu data, memiliki potensi keuntungan jangka panjang yang sangat menjanjikan.

Melansir profilnya di Forbes, sosoknya mencerminkan tren global di mana kekayaan dunia kini semakin didominasi oleh para inovator di bidang perangkat lunak dan data ketimbang sektor industri tradisional.

Dengan aset mencapai US$ 1,5 miliar, pengaruh Lucy Guo diprediksi akan terus berkembang seiring dengan ekspansi platform Passes dan investasi-investasi baru yang ia kucurkan.

Di tengah persaingan ekonomi digital yang ketat, kisah suksesnya menegaskan bahwa penguasaan teknologi dan efisiensi operasional adalah kunci utama untuk mendominasi pasar global.

Selanjutnya: AAUI Catat Premi Reasuransi Tumbuh 11% pada Kuartal III Tahun 2025

Menarik Dibaca: 4 Zodiak Paling Red Flag, Ada yang Terlalu Posesif dan Tidak Konsisten!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×