kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.050   54,00   0,32%
  • IDX 6.971   -55,78   -0,79%
  • KOMPAS100 962   -8,99   -0,93%
  • LQ45 705   -9,96   -1,39%
  • ISSI 250   -1,18   -0,47%
  • IDX30 387   -2,03   -0,52%
  • IDXHIDIV20 481   -2,12   -0,44%
  • IDX80 108   -1,28   -1,17%
  • IDXV30 132   -0,80   -0,60%
  • IDXQ30 126   -0,93   -0,73%
SOSOK /

PM Italia Kunjungi Arab Saudi dan Qatar, Incar Pasokan Gas di Tengah Perang


Senin, 06 April 2026 / 11:11 WIB
PM Italia Kunjungi Arab Saudi dan Qatar, Incar Pasokan Gas di Tengah Perang
ILUSTRASI. PM Italia Giorgia Meloni kunjungi Arab Saudi, Qatar, dan UEA untuk amankan pasokan energi dan dukung mitra Teluk di tengah konflik Timur Tengah. (REUTERS/Dado Ruvic)

Sumber: Reuters | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, melakukan kunjungan mendadak ke Arab Saudi pada Jumat sebagai bagian dari rangkaian pertemuan di Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA).

Meloni tercatat sebagai pemimpin Uni Eropa pertama yang mengunjungi Arab Saudi sejak pecahnya perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran pada Februari 2026.

Kunjungan dua hari ini bertujuan untuk menunjukkan dukungan bagi mitra Teluk yang menghadapi risiko serangan serta melindungi pasokan energi Italia.

Baca Juga: Pilpres Peru: Keiko Fujimori Pimpin Survei, Putaran Kedua Hampir Pasti

Saat ini, pemerintah Italia tengah menghadapi tekanan akibat kenaikan harga bahan bakar domestik yang dipicu oleh ketidakpastian di kawasan tersebut.

Melansir laporan resmi dari Reuters, Meloni dijadwalkan bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman di Jeddah.

Dalam pertemuan tersebut, Italia akan mengonfirmasi niat perusahaan-perusahaan besarnya, termasuk raksasa energi Eni, untuk terus melakukan investasi di kawasan Teluk.

Detail Krisis Energi dan Gangguan Pasokan

Sebelum perang meletus, sekitar 10% dari total konsumsi gas Italia dipenuhi oleh gas alam cair (LNG) dari Qatar.

Selain itu, minyak dari Timur Tengah menyumbang sekitar 12% dari total impor minyak Italia pada tahun lalu.

Namun, konflik bersenjata telah mengganggu stabilitas pengiriman ini secara signifikan. Berikut adalah fakta mendalam mengenai kondisi energi Italia:

  • Penundaan Kargo LNG: Italia telah menerima pemberitahuan bahwa pemasok di Teluk memperpanjang jeda pengiriman LNG karena penutupan parsial Selat Hormuz. Sebanyak 10 kargo dipastikan tidak akan dikirimkan dalam periode April-pertengahan Juni 2026.
  • Kerusakan Infrastruktur: Serangan udara telah melumpuhkan sekitar 17% dari kapasitas ekspor LNG Qatar, sebagaimana dikonfirmasi oleh CEO QatarEnergy bulan lalu.
  • Dukungan Militer: Italia saat ini sudah memasok senjata pertahanan kepada mitra Teluk untuk mengantisipasi serangan balasan dan menyatakan kesiapan untuk meninjau permintaan tambahan jika diperlukan.
  • Pembatalan Rencana: Kunjungan ke Kuwait yang semula masuk dalam jadwal terpaksa dibatalkan oleh pihak Italia karena adanya masalah keamanan.

Tonton: Iran: Misi AS Gagal Total! Trump: Pilot Selamat?! Fakta Mana yang Benar?

Langkah Diversifikasi Energi

Sebagai bagian dari upaya menjamin keandalan pasokan energi di tengah lingkungan keamanan yang memburuk, pemerintah Italia mengambil langkah cepat dengan mencari sumber gas dari negara lain. Hal ini dilakukan untuk menambal kekurangan pasokan yang hilang dari jalur Teluk.

Berikut adalah langkah-langkah prosedural dan jadwal kunjungan energi yang dilakukan PM Meloni:

  • Kunjungan ke Aljazair: Dilakukan pekan lalu dengan tujuan mengamankan tambahan pasokan gas dari negara di Afrika Utara tersebut.
  • Kunjungan ke Azerbaijan: Direncanakan dalam beberapa minggu ke depan untuk menemui pemasok energi utama lainnya bagi pasar Italia.
  • Impor LNG Amerika Serikat: Italia dijadwalkan mulai menerima pasokan LNG dari fasilitas Golden Pass LNG di Amerika Serikat mulai Juni 2026.

Italia memiliki ketergantungan yang cukup besar pada jalur maritim Selat Hormuz untuk lalu lintas komoditas energi.

Penutupan atau gangguan pada jalur ini berdampak langsung pada biaya operasional industri di Roma dan Milan.

Pemerintah Italia terus mendorong perusahaan energi nasionalnya untuk memperluas jangkauan sumber pasokan guna memitigasi risiko geopolitik.

Fokus pada Aljazair, Azerbaijan, dan Amerika Serikat diharapkan dapat menjaga cadangan gas nasional tetap stabil sebelum memasuki musim dingin mendatang atau jika konflik di Timur Tengah berlangsung lebih lama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×