Sumber: WCCF Tech,WCCF Tech | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Kesuksesan NVIDIA di puncak revolusi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), menyisakan cerita reflektif dari sang pendirinya.
CEO NVIDIA, Jensen Huang, baru-baru ini mengungkapkan penyesalan masa lalunya terkait pelepasan kepemilikan saham perusahaan di masa awal melantai di bursa atau Initial Public Offering (IPO).
Dalam sebuah diskusi di World Economic Forum (WEF) bersama CEO BlackRock, Larry Fink, Huang menceritakan keputusannya menjual saham NVIDIA saat valuasi perusahaan masih berada di angka US$ 300 juta atau sekitar Rp 5,04 triliun (kurs Rp 16.833 per dolar AS).
Baca Juga: Miliarder Properti Singapura Lepas Cuppage Terrace, Ini Imbas ke Pasar
Langkah tersebut ia ambil demi memberikan apresiasi kepada kedua orang tuanya.
"Satu-satunya penyesalan saya adalah saat IPO, setelah IPO, saya ingin membelikan orang tua saya sesuatu yang bagus, jadi saya menjual saham NVIDIA pada valuasi US$ 300 juta," ujar Huang, dikutip dari WCCF Tech.
Uang hasil penjualan saham tersebut ia gunakan untuk membeli satu unit Mercedes S-Class. Namun, mengingat kapitalisasi pasar NVIDIA yang kini melonjak drastis hingga mendekati US$ 5 triliun atau sekitar Rp 84.165 triliun, keputusan tersebut kini dirasa sangat mahal secara oportunitas.
Huang bahkan berkelakar bahwa orang tuanya pun turut menyayangkan keputusan tersebut setelah melihat pertumbuhan nilai perusahaan saat ini.
Fase Pembangunan Infrastruktur Terbesar
Di luar pernyataan personal tersebut, Huang menekankan bahwa dunia tengah berada dalam momentum pembangunan infrastruktur teknologi paling masif dalam sejarah manusia.
Fenomena ini dipicu adanya adopsi hyperscaler dan kebutuhan mendesak akan kapasitas komputasi untuk menjalankan model-model AI tingkat lanjut.
Menurut Huang, transformasi AI bukanlah sekadar tren sesaat, melainkan fondasi baru bagi berbagai aplikasi yang membutuhkan pemrosesan data skala besar. Ia memproyeksikan kebutuhan akan infrastruktur komputasi ini masih akan terus bertumbuh secara eksponensial.
Berdasarkan laporan WCCF Tech, beberapa poin krusial yang disoroti Huang mengenai lanskap infrastruktur global saat ini meliputi:
- Nilai Investasi Fantastis: Dunia telah menggelontorkan dana ratusan miliar dolar AS ke dalam ekosistem ini dan angka tersebut terus bergerak naik.
- Kebutuhan Masa Depan: Diperlukan pembangunan infrastruktur senilai triliunan dolar AS agar model AI memiliki kecerdasan yang cukup untuk menjalankan aplikasi di atasnya.
- Keunggulan Ekosistem: Platform komputasi NVIDIA mengintegrasikan seluruh lapisan, mulai dari perangkat keras hingga perangkat lunak pendukung.
Huang menambahkan bahwa pembangunan ini sangat masuk akal karena seluruh konteks data harus diproses secara efisien agar model AI dapat menghasilkan intelligence yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai aplikasi di masa depan.
Tonton: PRABOWO DAPAT INVESTASI RP 90 TRILIUN
Dominasi Global dan Keberlanjutan Investasi
Keberhasilan NVIDIA memposisikan diri sebagai penyedia infrastruktur utama telah melambungkan valuasi sahamnya ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Saat ini, teknologi NVIDIA, termasuk cip Blackwell terbaru, menjadi tulang punggung bagi hampir seluruh pengembangan AI di dunia.
Meski demikian, pasar tetap mencermati apakah investasi besar-besaran ini akan menghasilkan adopsi teknologi yang konsisten secara luas.
Hal inilah yang mendorong peningkatan minat terhadap agentic AI yang dinilai mampu memberikan nilai ekonomi lebih nyata bagi perusahaan.
NVIDIA saat ini berada di episentrum revolusi tersebut. Melalui kerangka kerja seperti CUDA dan model bahasa besar (Large Language Model/LLM) terbuka Nemotron, perusahaan tidak hanya menjual cip tetapi juga membangun ekosistem yang sulit digoyahkan oleh pesaing.
Penyesalan Huang ini menjadi anekdot penting bagi investor mengenai potensi pertumbuhan jangka panjang di sektor teknologi.
Tidak hanya Huang, CEO SoftBank juga sempat mengungkapkan penyesalan serupa karena melepas kepemilikan saham NVIDIA lebih awal, yang jika dipertahankan, kini nilainya bisa mencapai puluhan miliar dolar AS.
Selanjutnya: Panduan Berlangganan MyRepublic untuk Pasang Internet Rumah
Menarik Dibaca: Promo Superindo Hari Ini 23-25 Januari 2026, Iga Potong-Cumi Fresh Harga Spesial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













