Sumber: Yahoo | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Legenda investasi dunia sekaligus pendiri Berkshire Hathaway, Warren Buffett, memberikan pesan penting bagi generasi muda, khususnya Gen Z, yang baru memasuki dunia kerja.
Sang Dukun dari Omaha ini menekankan bahwa pilihan mengenai dengan siapa seseorang bekerja jauh lebih krusial daripada besaran gaji awal yang diterima.
Mengutip pemberitaan Yahoo, Buffett mengingatkan para profesional muda untuk tidak terlalu terobsesi dengan paket kompensasi yang menggiurkan.
Baca Juga: Kisah Sukses Greg Abel, Penerus Warren Buffett di Kursi Tertinggi Berkshire Hathaway
Menurut sosok yang baru saja melepaskan jabatan CEO Berkshire Hathaway pada akhir tahun 2025 lalu, lingkungan kerja akan membentuk kebiasaan dan arah hidup seseorang di masa depan.
"Jangan terlalu khawatir tentang gaji awal dan berhati-hatilah dengan siapa Anda bekerja, karena Anda akan mengambil kebiasaan orang-orang di sekitar Anda," ujar Buffett dalam pertemuan pemegang saham tahunan terakhirnya yang dikutip oleh Yahoo.
Pentingnya Memilih Atasan dan Lingkungan
Buffett, yang kini berusia 95 tahun, memiliki rekam jejak panjang dalam memimpin perusahaan induk bernilai US$ 1 triliun sebelum menyerahkan tongkat estafet kepada Greg Abel.
Berdasarkan pengalamannya selama lebih dari lima dekade, ia melihat adanya pola di mana kemajuan hidup seseorang cenderung mengikuti arah orang-orang yang mereka kagumi dan ajak bekerja sama.
Bagi Gen Z yang mengincar posisi dengan gaji tinggi, Buffett menyarankan untuk lebih memprioritaskan kualitas kepemimpinan atasan. Ia merekomendasikan beberapa poin penting dalam mencari pekerjaan bagi mereka yang ingin membangun karier berkelanjutan:
- Mencari Mentor yang Dikagumi: Pilihlah atasan yang memiliki kualitas personal dan profesional yang ingin Anda tiru.
- Lingkungan yang Positif: Bergabunglah dengan tim yang terdiri dari orang-orang yang membuat Anda ingin berkembang lebih baik.
- Abaikan Tekanan Gaji Sesaat: Fokus pada pembelajaran dan pembentukan karakter di tahun-tahun awal karier.
Melansir Yahoo, Buffett juga menekankan pentingnya bergaul dengan orang-orang yang memiliki kemampuan atau perilaku yang lebih baik dari diri sendiri.
Dengan menempatkan diri di lingkungan yang lebih unggul, seseorang secara alami akan terdorong untuk bergerak ke arah yang sama.
Dari Loper Koran hingga Miliarder
Nasihat Buffett ini bukan tanpa dasar. Ia memulai kariernya dari bawah dengan menjual botol minuman ringan dari pintu ke pintu dan menjadi pengantar surat kabar pada usia 13 tahun.
Sebelum menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$ 150 miliar atau setara Rp 2.512 triliun (kurs Rp 16.749 per dolar AS), Buffett bekerja di bawah lima bos yang berbeda.
Pengalaman bekerja sebagai analis sekuritas di Graham-Newman Corp memberikan pondasi investasi yang kuat baginya. Pelajaran dari para mentor inilah yang dinilai lebih berharga dibandingkan nilai nominal gaji yang ia terima kala itu.
Buffett meyakini bahwa jika seseorang menemukan pekerjaan yang mereka cintai dan dikelilingi orang yang tepat, maka mereka tidak akan merasa sedang "bekerja" dalam pengertian yang melelahkan.
Tonton: RI Menang Lelang Lahan Kompleks Haji di Mekkah, Berjarak 500 Meter dari Masjidil Haram
Strategi Menuju Sukses Finansial
Selain aspek lingkungan, Buffett membagikan langkah praktis bagi generasi muda yang ingin mencapai kesuksesan finansial atau status jutawan. Buffett menjelaskan bahwa kunci utamanya adalah mengenali potensi diri.
Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan Buffett untuk mencapai potensi maksimal:
- Identifikasi Kekuatan Diri: Temukan keahlian apa yang benar-benar Anda kuasai dan sukai.
- Fokus pada Kelebihan: Berikan upaya maksimal pada bidang yang menjadi kekuatan Anda tersebut.
- Jangan Takut Salah: Kesalahan di awal karier adalah bagian dari proses pembelajaran yang penting.
- Pilih Rekan yang Tepat: Pastikan sistem pendukung di sekitar Anda adalah orang-orang yang suportif dan inspiratif.
Meskipun Buffett mengakui bahwa realitas ekonomi dan kondisi pasar tenaga kerja yang sulit sering kali memaksa seseorang untuk mengambil pekerjaan apa pun, ia tetap mendorong para mahasiswa dan lulusan baru untuk tidak berhenti mencari pekerjaan yang ideal secara kualitas lingkungan.
Baginya, kesuksesan jangka panjang adalah hasil dari akumulasi kebiasaan baik yang diserap dari rekan kerja dan atasan yang kredibel.
Selanjutnya: Kisah Karier Melinda French Gates: Keputusan Tepat Tinggalkan IBM untuk Microsoft
Menarik Dibaca: Promo Holland Bakery Diskon Spesial 20% untuk Menu Baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













