kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%
SOSOK /

Meta PHK 8.000 Karyawan Mulai 20 Mei 2026, Efisiensi Berbasis AI Jadi Alasan


Minggu, 19 April 2026 / 10:15 WIB
Meta PHK 8.000 Karyawan Mulai 20 Mei 2026, Efisiensi Berbasis AI Jadi Alasan
ILUSTRASI. Meta berencana memangkas 10% tenaga kerja global pada gelombang pertama Mei 2026. Simak detail rencana PHK massal dan dampaknya bagi industri. (Stephen Lam/REUTERS)

Sumber: Reuters | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Rencana efisiensi besar-besaran kembali menghantam industri teknologi global pada tahun ini. Raksasa media sosial Meta, perusahaan induk dari Facebook dan Instagram, dikabarkan tengah bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang akan dimulai pada pertengahan tahun 2026.

Kebijakan ini diambil di tengah upaya CEO Mark Zuckerberg untuk merombak struktur internal perusahaan secara radikal dengan mengalihkan fokus utama pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Baca Juga: Paus Leo XIV Kecam Pemimpin Dunia yang Gunakan Agama untuk Perang

Melansir laporan dari Reuters, Meta bermaksud melaksanakan gelombang pertama PHK massal tersebut pada tanggal 20 Mei 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi efisiensi jangka panjang perusahaan yang diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun.

Meskipun kondisi finansial perusahaan saat ini dinilai jauh lebih stabil dibandingkan beberapa tahun lalu, manajemen Meta melihat perlunya perampingan struktur manajemen agar organisasi dapat bergerak lebih lincah dalam menghadapi persaingan teknologi AI yang semakin ketat.

Detail Rencana PHK dan Transformasi Organisasi

Pada tahap awal, Meta berencana untuk memangkas sekitar 10% dari total tenaga kerja globalnya. Jika merujuk pada data jumlah karyawan Meta yang tercatat hampir 79.000 orang per 31 Desember tahun lalu, maka sekitar 8.000 orang akan terdampak dalam putaran pertama ini.

Namun, angka tersebut kemungkinan besar barulah tahap pembuka dari rencana restrukturisasi yang lebih luas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari tiga sumber internal perusahaan, terdapat beberapa poin krusial terkait rencana PHK Meta tahun 2026:

  • Gelombang pertama pemangkasan dijadwalkan secara resmi pada 20 Mei 2026.
  • Pemotongan tahap awal akan menyasar sekitar 10% tenaga kerja global atau mendekati 8.000 karyawan.
  • Gelombang tambahan direncanakan akan terjadi pada paruh kedua tahun 2026, meskipun detail tanggal dan jumlah pastinya belum difinalisasi.

Eksekutif Meta dapat menyesuaikan rencana pemangkasan berdasarkan perkembangan kapabilitas AI di dalam operasional perusahaan.

Sebelumnya, terdapat laporan bahwa perusahaan berpotensi memangkas hingga 20% atau lebih dari total staf globalnya sepanjang tahun ini.

Mengutip data resmi dari Reuters, pemangkasan ini merupakan yang paling signifikan sejak periode restrukturisasi "tahun efisiensi" pada akhir 2022-2023.

Saat itu, Meta mengeliminasi sekitar 21.000 pekerjaan untuk mengoreksi asumsi pertumbuhan pasca pandemi COVID-19 yang tidak berkelanjutan.

Saat ini, fokus perusahaan bergeser dari sekadar penghematan biaya menjadi optimalisasi kerja melalui bantuan kecerdasan buatan.

Fokus Baru dan Penataan Ulang Divisi

Transformasi ini tidak hanya sebatas pengurangan jumlah karyawan, tetapi juga mencakup reorganisasi besar-besaran pada divisi teknis.

Meta dilaporkan telah memindahkan banyak insinyur dari berbagai divisi ke organisasi baru yang disebut "Applied AI". Unit ini diberikan mandat khusus untuk mempercepat pengembangan agen AI yang mampu menulis kode pemrograman (coding) dan menjalankan tugas-tugas kompleks secara otonom.

Tonton: Breaking News! 49 Negara Eropa Bersatu Hadapi Inflasi Akibat Konflik Selat Hormuz

Langkah ini sejalan dengan ambisi Mark Zuckerberg yang mengucurkan dana hingga ratusan miliar dolar untuk memperkuat infrastruktur AI.

Meta membayangkan masa depan di mana lapisan manajemen lebih sedikit dan pekerjaan rutin dapat diselesaikan secara efisien oleh pekerja yang dibantu oleh teknologi AI.

Kondisi Finansial dan Tren Industri Teknologi

Meskipun melakukan PHK, kinerja keuangan Meta sebenarnya berada pada posisi yang kuat. Perusahaan berhasil meraup pendapatan lebih dari US$ 200 miliar (sekitar Rp 3.428 triliun dengan kurs Rp 17.140) dan mencatatkan laba sebesar US$ 60 miliar (sekitar Rp 1.028,4 triliun) pada tahun lalu.

Saham Meta juga tercatat naik 3,68% sejak awal tahun 2026, meski masih di bawah rekor tertinggi yang sempat dicapai pada musim panas lalu.

Tren pemangkasan karyawan demi efisiensi AI ini juga tercermin pada perusahaan teknologi besar lainnya di Amerika Serikat:

  • Amazon.com tercatat telah memangkas sekitar 30.000 karyawan korporat atau hampir 10% dari pekerja kerah putih mereka dalam beberapa bulan terakhir.
  • Perusahaan fintech Block (sebelumnya Square) juga melakukan pengurangan staf hingga hampir separuh dari total karyawannya pada Februari lalu.
  • Berdasarkan data dari Layoffs.fyi, sebanyak 73.212 karyawan teknologi di seluruh dunia telah kehilangan pekerjaan sepanjang tahun 2026 berjalan, menyusul angka 153.000 pada tahun 2024.

Langkah agresif Meta dalam memangkas jumlah karyawan ini menjadi sinyal kuat mengenai pergeseran prioritas korporasi global ke arah otomatisasi penuh.

Perusahaan kini lebih memilih mengalokasikan investasi masif pada infrastruktur kecerdasan buatan guna menekan biaya operasional jangka panjang dan meningkatkan efisiensi kerja.

Fenomena ini sekaligus mempertegas tantangan baru bagi tenaga kerja di sektor digital untuk terus beradaptasi dengan kehadiran teknologi AI yang semakin otonom. Integrasi teknologi canggih tersebut diharapkan mampu memberikan keunggulan kompetitif bagi Meta di tengah persaingan pasar teknologi yang kian dinamis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×