Sumber: Reuters | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Langkah transformatif diambil oleh raksasa pembayaran digital PayPal di bawah kepemimpinan nakhoda barunya.
CEO Enrique Lores secara resmi mengumumkan reorganisasi besar-besaran dengan membagi operasional bisnis ke dalam tiga unit terpisah, termasuk menjadikan Venmo sebagai divisi mandiri.
Strategi ini menjadi sinyal kuat bahwa Lores tengah berupaya menyederhanakan birokrasi internal demi mengejar target pertumbuhan yang lebih agresif di tengah persaingan ketat industri teknologi finansial.
Baca Juga: Profil Jozsef Varadi, Bos Wizz Air yang Optimistis Hadapi Krisis Bahan Bakar Global
Profil Enrique Lores
Kehadiran Enrique Lores di kursi kepemimpinan PayPal menandai babak baru bagi perusahaan yang berbasis di San Jose, California ini.
Lores ditunjuk sebagai CEO pada Maret 2026 untuk menggantikan Alex Chriss, setelah dewan direksi menilai perlunya perubahan arah strategis guna menghadapi perlambatan pertumbuhan dan tekanan dari kompetitor besar.
Melansir dari laman LinkedIn pribadi Enrique Lores, ia merupakan pemimpin bisnis yang memiliki rekam jejak panjang di industri teknologi global sebelum bergabung dengan PayPal. Berikut adalah rincian profil dan perjalanan karier profesional Enrique Lores:
- Memiliki pengalaman kepemimpinan lebih dari 30 tahun di industri teknologi global.
- Sebelum bergabung dengan PayPal, ia menjabat sebagai President dan CEO di HP Inc (2019-2025).
- Memulai karier sebagai engineer magang di HP dan berhasil menapaki posisi eksekutif melalui berbagai peran di segmen bisnis personal systems, printing, hingga layanan korporat.
- Dikenal sebagai arsitek di balik salah satu pemisahan korporasi terbesar dalam sejarah sejarah bisnis modern, yakni pemisahan Hewlett-Packard Company menjadi HP Inc dan Hewlett Packard Enterprise pada 2015.
- Memiliki latar belakang pendidikan sarjana di bidang Teknik Elektro dari Universidad Politécnica de Madrid dan gelar MBA dari ESADE Business School.
Kepemimpinan Lores sering diasosiasikan dengan efisiensi operasional dan kemampuan mengelola portofolio bisnis yang kompleks.
Pengalamannya dalam memandu HP melalui masa transisi digital menjadi modal utama bagi PayPal untuk tetap relevan saat ini.
Baca Juga: Mengenal Brian Niccol, Spesialis Turnaround di Balik Meroketnya Kinerja Starbucks
Restrukturisasi PayPal Menjadi Tiga Unit Bisnis
Dalam upaya membuka potensi penuh perusahaan, Lores memutuskan untuk merombak struktur organisasi PayPal.
Melansir berita dari Reuters, langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap fundamental bisnis yang lebih sederhana namun fokus pada hasil.
Unit bisnis PayPal kini dibagi menjadi tiga pilar utama:
- Unit Fokus Venmo: Divisi ini berdiri sendiri sebagai segmen independen untuk memudahkan pelacakan kinerja keuangan secara spesifik atau potensi penjualan bisnis di masa depan.
- Unit Konsumen dan Merchant: Divisi ini menggabungkan layanan langsung untuk pengguna individu dan solusi pembayaran bagi para pedagang (merchant) guna menciptakan ekosistem yang lebih terintegrasi.
- Unit Layanan Pembayaran: Divisi ini menaungi bisnis Braintree serta divisi aset kripto yang dimiliki perusahaan.
Restrukturisasi ini dilakukan hanya beberapa bulan setelah adanya laporan dari Bloomberg yang menyebutkan bahwa perusahaan pembayaran Stripe sempat mempertimbangkan akuisisi terhadap PayPal atau sebagian dari asetnya.
Para analis menilai bahwa penjualan aset tertentu, seperti Venmo, lebih masuk akal dibandingkan pembelian perusahaan secara utuh mengingat skala bisnis PayPal yang sangat besar.
Rencana Pertumbuhan dan Tantangan Pasar
Keputusan Lores untuk memisahkan Venmo juga dipicu oleh perlunya transparansi performa kepada para investor.
Mengutip laporan dari CNBC yang dibagikan Reuters, struktur baru ini akan membuat pasar lebih mudah menilai nilai intrinsik dari Venmo yang selama ini menjadi salah satu aplikasi pembayaran paling populer di Amerika Serikat.
"Untuk mempercepat pertumbuhan dan membuka potensi penuh kami, kita perlu berkomitmen kembali pada fundamental perusahaan," ujar Lores dalam pernyataan resminya.
Pernyataan ini muncul di tengah kondisi saham perusahaan yang sempat tertekan setelah proyeksi laba untuk tahun 2026 jatuh di bawah ekspektasi Wall Street.
Tonton: Rupiah Ambruk! Tembus Rp 17.326. Terlemah Sepanjang Sejarah, Ada Apa?
PayPal saat ini menghadapi tekanan kompetisi dari dua arah sekaligus:
- Perusahaan teknologi raksasa (Big Tech) yang terus memperluas fitur pembayaran digital mereka.
- Startup teknologi finansial (fintech) baru yang menawarkan biaya transaksi lebih rendah dan inovasi lebih cepat.
Berdasarkan informasi dari Reuters, perusahaan akan memberikan rincian lebih lanjut mengenai perombakan ini selama panggilan pendapatan (earnings call) pada pekan depan.
Dengan rekam jejak Enrique Lores yang ahli dalam manajemen perubahan, pasar kini menanti apakah simplifikasi organisasi ini mampu mendongkrak kembali nilai kapitalisasi pasar PayPal yang sempat goyah.
Fokus pada dasar-dasar bisnis diharapkan mampu memberikan ruang bagi inovasi baru, terutama di sektor kripto dan layanan merchant yang menjadi pilar pendapatan perusahaan di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













