kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.194   31,00   0,18%
  • IDX 7.564   4,90   0,06%
  • KOMPAS100 1.039   -0,90   -0,09%
  • LQ45 741   -2,68   -0,36%
  • ISSI 274   0,48   0,18%
  • IDX30 403   2,04   0,51%
  • IDXHIDIV20 491   3,73   0,77%
  • IDX80 116   -0,12   -0,10%
  • IDXV30 140   1,62   1,17%
  • IDXQ30 129   0,63   0,49%
SOSOK /

M&A Jepang Cetak Rekor Rp 5.300 T, MUFG Tak Mau Tanggung Sendiri


Rabu, 22 April 2026 / 08:05 WIB
M&A Jepang Cetak Rekor Rp 5.300 T, MUFG Tak Mau Tanggung Sendiri
ILUSTRASI. Mitsubishi ufj bank MUFG Jepang (Stanislav Kogiku/SOPA Images via Reuters)

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MUFG Bank, cabang perbankan dari Mitsubishi UFJ Financial Group, sedang aktif mencari mitra untuk berbagi risiko pembiayaan leveraged buyout (LBO) dan transaksi korporat berskala besar lainnya. Demikian disampaikan CEO MUFG Bank, Masakazu Osawa, kepada Reuters, Selasa (22/4).

Ini adalah sinyal bahwa gelombang M&A (Mergers and Acquisitions) di Jepang sudah sedemikian besar sehingga bahkan lembaga keuangan terbesar di negeri itu pun tidak ingin menanggung risiko sendirian.

Baca Juga: Direktur FBI Kash Patel Seret Media ke Jalur Hukum, Tak Terima Dituduh Pemabuk

Mengapa Ini Penting bagi Investor?

Data LSEG mencatat, aktivitas M&A yang melibatkan perusahaan Jepang pada 2024 melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, mencapai rekor 53 triliun yen atau setara Rp 5.300 triliun.

"Semakin beragam sumber pendanaan, semakin baik. Untuk membiayai LBO, kami harus menyusun seluruh struktur kesepakatan dan menanggung risiko bersama. Jika tidak, kami tidak akan dipilih klien," kata Osawa.

Rekor nilai M&A tersebut dianggap sebagai cerminan dari dorongan struktural jangka panjang, yang mencakup tata kelola perusahaan Jepang yang berbenah, tekanan dari investor aktivis, dan kebijakan pemerintah yang mendorong konsolidasi di sektor-sektor strategis.

Baca Juga: Prestasi John Ternus di Apple, Dari Balik Layar hingga Jadi CEO

Siapa Mitra yang Dibidik MUFG?

Osawa menyebut beberapa kategori mitra potensial yang sedang dijajaki MUFG Bank.

Pertama, perusahaan asuransi jiwa dan umum yang mengelola modal jangka panjang dan secara struktural cocok untuk instrumen dengan tenor panjang seperti LBO.

Kedua, entitas pemerintah yang  sejalan dengan agenda Perdana Menteri Sanae Takaichi yang menetapkan 17 sektor prioritas keamanan ekonomi, termasuk semikonduktor dan perkapalan, sebagai fokus investasi publik-swasta.

Ketiga, dana kredit swasta yang sebenarnya sedang memicu kekhawatiran global soal permintaan penebusan di beberapa dana. Regulator keuangan Jepang (FSA) justru memandang segmen ini sebagai pilar penting strategi pembiayaan baru.

MUFG Bank sendiri mengakui konflik di Timur Tengah, tekanan rantai pasokan, dan volatilitas harga energi menjadi variabel yang terus dipantau.

"Pertanyaan utamanya adalah seberapa besar kemunduran yang akan kita lihat dari faktor-faktor seperti situasi di Timur Tengah. Saat ini belum ada yang terlalu negatif, tapi dampaknya mungkin akan muncul secara bertahap," pungkas Osawa.

Baca Juga: Paus Leo XIV Kecam Pemimpin Dunia yang Gunakan Agama untuk Perang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×