kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%
SOSOK /

King Charles Kunjungi AS Akhir April, Misi Diplomasi Redam Ketegangan Trump


Rabu, 01 April 2026 / 13:36 WIB
King Charles Kunjungi AS Akhir April, Misi Diplomasi Redam Ketegangan Trump
ILUSTRASI. King Charles akan melawat ke AS April 2026. Misi diplomatik ini bertujuan memperbaiki hubungan Inggris-AS yang retak akibat perang Iran. (NULL/REUTERS)

Sumber: Reuters | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Hubungan diplomatik antara Inggris dan Amerika Serikat (AS) memasuki babak baru yang krusial. Istana Buckingham mengumumkan bahwa Raja Charles III dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada akhir April 2026.

Langkah ini dipandang luas sebagai upaya strategis Pemerintah Inggris untuk memperbaiki keretakan hubungan dengan Presiden Donald Trump yang dipicu oleh dinamika perang Iran.

Melansir laporan Reuters, kunjungan ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama oleh monarki Inggris ke AS sejak tahun 2007, saat mendiang Ratu Elizabeth II melakukan lawatan serupa.

Baca Juga: IndiGo Tunjuk Willie Walsh Jadi CEO Baru, Siap Ekspansi Global Maskapai India

Selain misi diplomatik, perjalanan ini dirancang untuk memperingati hari jadi ke-250 kemerdekaan Amerika Serikat dari kekuasaan Inggris, sebelum rombongan kerajaan melanjutkan perjalanan ke Bermuda.

Pihak Istana Buckingham menyatakan bahwa program kerja pasangan kerajaan tersebut akan merayakan koneksi bersejarah serta hubungan bilateral modern antara kedua negara.

Kunjungan ini dilakukan atas saran resmi dari Pemerintah Inggris di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer.

Detail Keretakan Hubungan dan Misi Perbaikan

Ketegangan antara London dan Washington bersumber dari keengganan PM Keir Starmer untuk terlibat penuh dalam perang Iran.

Sebelumnya, Starmer menolak memberikan izin bagi AS untuk menggunakan pangkalan militer Inggris sebagai titik peluncuran serangan awal.

Meskipun saat ini pasukan AS telah diizinkan melakukan apa yang disebut Starmer sebagai serangan defensif, hubungan keduanya tetap dingin.

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah beberapa poin utama yang memicu ketegangan:

  • Kritik Tajam Trump: Presiden Trump secara terbuka mengkritik Starmer di media sosial Truth Social dengan menyebutnya bukan sosok seperti Winston Churchill dan menuduhnya telah merusak aliansi historis.
  • Isu Pangkalan Diego Garcia: Trump menyatakan keberatan atas kesepakatan Inggris dengan Mauritius terkait kedaulatan Kepulauan Chagos, lokasi pangkalan udara strategis Diego Garcia.
  • Krisis Bahan Bakar: Di tengah pengumuman kunjungan ini, Trump melontarkan serangan verbal terkait kesulitan Inggris dalam mendapatkan bahan bakar jet, sembari menegaskan bahwa AS tidak akan selalu ada untuk membantu jika Inggris tidak kooperatif.

Mengutip pernyataan Donald Trump di media sosial, sang Presiden menyambut baik rencana kedatangan Raja Charles III.

Trump menjadwalkan perjamuan malam di Gedung Putih pada 28 April 2026, sehari setelah kedatangan sang Raja pada 27 April.

"Saya menantikan waktu bersama Raja, yang sangat saya hormati. Ini akan luar biasa!" tulis Trump.

Tonton: [LIVE] Konfrensi Pers WFH dan Program Optimasi Energi di Tempat Kerja

Jadwal dan Agenda Kunjungan Kenegaraan

Kunjungan ini menempatkan Raja Charles III dalam posisi yang cukup rumit secara politis.

Di satu sisi, ia harus menjalankan peran sebagai diplomat ulung, namun di sisi lain, kebijakan lingkungan hidup sang Raja sangat bertolak belakang dengan pandangan Trump terkait perubahan iklim.

Berikut adalah perkiraan jadwal dan fokus agenda utama:

  • 27 April 2026: Kedatangan resmi Raja Charles III dan Ratu Camilla di Amerika Serikat.
  • 28 April 2026: Jamuan makan malam kenegaraan (State Banquet) di Gedung Putih.
  • Peringatan 250 Tahun: Partisipasi dalam seremoni sejarah kemerdekaan Amerika Serikat.
  • Misi Soft Power: Pertemuan tertutup guna memperlunak potensi tarif perdagangan dan memastikan dukungan AS terhadap isu Ukraina tetap terjaga.
  • Lanjutan Perjalanan: Lawatan resmi ke Bermuda setelah agenda di AS selesai.

PM Keir Starmer berharap kekuatan pengaruh personal (soft power) dari keluarga kerajaan dapat melunakkan sikap Trump.

Raja Charles sendiri sebelumnya pernah menjamu Trump dalam kunjungan kenegaraan kedua di Kastil Windsor pada September 2025, yang saat itu digambarkan Trump sebagai hubungan yang tidak tergantikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×