kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%
SOSOK /

Kekuatan Bergeser: Raksasa AI Kini Lebih Penting dari iPhone Bagi Pemasok


Sabtu, 17 Januari 2026 / 07:10 WIB
Kekuatan Bergeser: Raksasa AI Kini Lebih Penting dari iPhone Bagi Pemasok
ILUSTRASI. Kekuatan Bergeser: Raksasa AI Kini Lebih Penting dari iPhone Bagi Pemasok. (REUTERS/Dado Ruvic)

Sumber: Business Insider | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Selama lebih dari satu dekade, Apple Inc. berdiri kokoh sebagai pusat rantai pasokan teknologi global. Dengan skala bisnis yang masif, perusahaan produsen iPhone ini memiliki kekuatan untuk mendikte harga, mengunci kapasitas produksi, hingga mengarahkan peta jalan para pemasok komponen mulai dari semikonduktor hingga pengemasan sirkuit.

Namun, era tersebut kini mulai menunjukkan tanda-tanda berakhir. Melansir Business Insider, posisi istimewa Apple tersebut mulai diambil alih oleh perusahaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan raksasa layanan komputasi awan (cloud giants).

Para pemain baru di sektor AI ini kini bertransformasi menjadi pelanggan yang jauh lebih penting bagi produsen chip dan pemasok komponen lainnya.

Baca Juga: Strategi Nvidia: Insinyur Wajib Pakai AI, Fokus Pecahkan Masalah Baru

"Apple tidak lagi menjadi pusat gravitasi dari semesta perangkat keras," kata Brad Gastwirth, Global Head of Research and Market Intelligence di Circular Technology, yang dilansir dari Business Insider.

Menurut Gastwirth, meski Apple tetap memiliki volume penjualan yang besar dan kekuatan merek yang belum tertandingi, perusahaan ini bukan lagi menjadi klien utama (anchor client) bagi pabrik fabrikasi chip (fabs), pembuat substrat, atau pemasok komponen kunci lainnya.

Perubahan fundamental ini menandakan pergeseran kekuatan ekonomi ke arah raksasa AI seperti Nvidia serta pemain komputasi awan seperti Amazon, Microsoft, dan Google.

Pergeseran Dominasi di TSMC

Indikator paling nyata dari pergeseran ini terlihat pada kinerja Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip kontrak terbesar di dunia.

Selama bertahun-tahun, TSMC dikenal karena memproduksi chip tercanggih untuk iPhone yang memberikan keunggulan kompetitif bagi Apple.

Namun, dalam laporan keuangan terbaru yang dirilis minggu ini, terlihat jelas bahwa bisnis ponsel pintar bukan lagi segmen terpenting bagi TSMC.

Sektor High-Performance Computing (HPC) yang didominasi oleh chip AI untuk perusahaan seperti Nvidia dan penyedia layanan cloud skala besar, kini menyumbang sekitar 58% dari total pendapatan TSMC. Angka ini jauh melampaui kontribusi dari prosesor ponsel pintar.

Mengutip pernyataan CEO TSMC, C.C. Wei, dalam panggilan konferensi investor pekan ini, para raksasa AI telah membuktikan bahwa teknologi mereka memberikan imbal hasil finansial yang nyata.

Hal ini membuat pemasok lebih memilih mengalokasikan sumber daya mereka ke sektor yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih cepat.

Dampak pada Komponen Memori dan Substrat

Pergeseran ini juga merambat ke bagian lain dari rantai pasokan, terutama pada industri chip memori. Produsen memori mulai mengalihkan kapasitas produksi dari perangkat ponsel pintar dan PC menuju pusat data AI yang sangat haus akan Dynamic Random Access Memory (DRAM).

Berikut adalah beberapa dampak signifikan dari pergeseran prioritas pemasok:

  • Kenaikan Harga Komponen: Lonjakan permintaan memori untuk server AI memicu kenaikan harga yang berpotensi menekan margin keuntungan produsen ponsel pintar atau memaksa kenaikan harga jual ke konsumen.
  • Kelangkaan Material: Terjadi kekurangan pasokan kain kaca (glass cloth) kelas atas yang merupakan input kritis untuk substrat chip. Pemasok kini memprioritaskan pelanggan AI yang bersedia membayar di muka dan menandatangani kontrak jangka panjang.
  • Negosiasi yang Melemah: Nvidia telah mengunci pasokan memori jangka panjang, sehingga menyisakan daya tawar yang lebih kecil bagi produsen ponsel pintar termasuk Apple.

Bahkan mitra manufaktur utama Apple seperti Foxconn kini merasakan perubahan tersebut. Foxconn yang selama ini identik dengan perakitan iPhone, saat ini menghasilkan pendapatan lebih besar dari server AI dibandingkan dari elektronik konsumen.

Pelanggan dengan pertumbuhan tercepat bagi Foxconn saat ini adalah para pemain hyperscaler dan Nvidia, bukan lagi Apple.

Tonton: KPK Duga Petinggi PBNU Terima Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Biro Travel

Posisi Apple di Masa Depan

Kondisi ini tidak lantas membuat Apple menjadi tidak relevan. Dengan nilai kapitalisasi pasar yang besar, Apple tetap menjadi salah satu pembeli komponen terbesar di dunia.

Namun, dalam ekosistem rantai pasokan yang kini dibentuk oleh AI, penentuan harga, alokasi kapasitas, dan perencanaan jangka panjang tidak lagi berpusat pada kebutuhan iPhone.

Berdasarkan kurs tengah saat ini di kisaran Rp 16.909 per US$, nilai investasi dan perputaran uang di sektor infrastruktur AI global terus membengkak hingga mencapai ratusan miliar dolar AS.

Sebagai gambaran, jika sebuah perusahaan teknologi besar mengalokasikan dana sebesar US$ 10 miliar untuk infrastruktur AI, itu setara dengan investasi sebesar Rp 169 triliun.

Menurut pandangan Gastwirth, pada era 2010-an Apple adalah pihak yang menentukan kecepatan gerak rantai pasokan.

Namun memasuki akhir 2020-an, Nvidia dan infrastruktur AI yang akan mendikte alokasi dan perencanaan kapasitas industri teknologi global. Apple kini harus belajar untuk menjadi salah satu dari sekian banyak pelanggan besar, bukan lagi satu-satunya penguasa pasar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Apple belum memberikan tanggapan resmi terkait perubahan dinamika di rantai pasokan global tersebut.

Selanjutnya: Trik Makan Daging Sapi Tanpa Takut Asam Urat, Turunkan Purin Hingga 35%

Menarik Dibaca: Trik Makan Daging Sapi Tanpa Takut Asam Urat, Turunkan Purin Hingga 35%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

×