kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%
SOSOK /

Kekayaan Miliarder Dunia Melonjak: Aset Global Capai Rp310 Ribu Triliun!


Rabu, 21 Januari 2026 / 15:42 WIB
Kekayaan Miliarder Dunia Melonjak: Aset Global Capai Rp310 Ribu Triliun!
ILUSTRASI. Kekayaan Miliarder Dunia Melonjak: Aset Global Capai Rp310 Ribu Triliun! (Dok. Reuters/Reuters)

Sumber: Reuters | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Akumulasi kekayaan global mencatatkan angka terbaru pada awal tahun 2026 dengan pertumbuhan yang sangat signifikan di kalangan miliarder dunia.

Laporan terbaru dari organisasi Oxfam menunjukkan bahwa aset para miliarder dunia meningkat tiga kali lipat lebih cepat dari laju pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya, hingga mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.

Dalam laporan yang dirilis bertepatan dengan pembukaan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, kekayaan kolektif miliarder global melesat 16% sepanjang tahun 2025 menjadi US$ 18,3 triliun.

Baca Juga: Kekayaan Trump: US$1,4 Miliar Melesat dari Kripto, Ada Apa?

Jika dikonversi ke mata uang Rupiah, nilai tersebut setara dengan Rp 310.459 triliun (kurs Rp 16.965). Secara akumulatif, angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 81% sejak tahun 2020.

Pertumbuhan aset yang masif ini terjadi di tengah situasi global yang kontras, di mana satu dari empat orang di seluruh dunia masih kesulitan untuk makan secara teratur.

Oxfam mencatat bahwa hampir separuh populasi global berada pada level pendapatan rendah, sementara sekelompok kecil individu berhasil mempercepat akumulasi modal dalam jumlah besar.

Faktor Pendorong Pertumbuhan Kekayaan

Melansir Reuters, lonjakan kekayaan ini dipicu oleh beberapa faktor fundamental ekonomi dan kebijakan luar negeri. Kebijakan fiskal di Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump menjadi salah satu perhatian utama.

Administrasi Trump periode kedua diketahui melakukan pemotongan pajak, perlindungan terhadap perusahaan multinasional dari tekanan internasional, serta pelonggaran pengawasan terhadap struktur pasar.

Selain faktor kebijakan publik, sektor teknologi juga memberikan kontribusi besar terhadap portofolio para investor. Berikut adalah beberapa faktor utama yang mendorong akselerasi kekayaan tersebut:

  • Valuasi Sektor Kecerdasan Buatan (AI): Lonjakan nilai perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang AI memberikan keuntungan windfall bagi para pemilik modal yang sudah memiliki basis aset kuat.
  • Kebijakan Deregulasi: Pelonggaran aturan pengawasan terhadap korporasi besar memungkinkan ekspansi bisnis yang lebih luas dan cepat.
  • Kinerja Pasar Modal: Kenaikan indeks saham global yang didorong oleh sektor teknologi dan energi sepanjang tahun 2025 meningkatkan valuasi kepemilikan saham para miliarder.

Berdasarkan laporan tersebut, jumlah populasi miliarder dunia kini telah melampaui angka 3.000 orang untuk pertama kalinya.

Salah satu pencapaian yang paling disorot adalah posisi CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, yang menjadi orang pertama di dunia dengan kekayaan bersih melampaui ambang US$ 500 miliar atau sekitar Rp 8.482 triliun.

Baca Juga: Kabar Kesehatan Raja Salman Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Resmi Kerajaan

Dominasi Politik dan Kepemilikan Media

Oxfam yang berbasis di Nairobi juga menyoroti adanya korelasi antara akumulasi modal dengan perluasan pengaruh di ranah publik.

Studi ini menggarisbawahi bahwa para miliarder memiliki peluang jauh lebih besar, hingga 4.000 kali lipat, untuk menduduki jabatan politik dibandingkan dengan warga negara biasa.

Mengutip pernyataan Amitabh Behar, Direktur Eksekutif Oxfam, jarak yang melebar antara kelompok sangat kaya dan masyarakat umum menciptakan tantangan politik yang cukup besar bagi keberlanjutan sistem global.

Ia menilai banyak pemerintahan cenderung mengambil langkah kebijakan yang lebih akomodatif terhadap kelompok elit, seperti penyesuaian anggaran bantuan dan perubahan pada regulasi hak sipil.

Selain pengaruh politik, penguasaan atas kanal informasi juga semakin terpusat. Menurut laporan yang dilansir Reuters tersebut, kelompok ultra-kaya kini memiliki lebih dari separuh perusahaan media utama di dunia.

Beberapa nama besar yang disebut memiliki pengaruh kuat dalam kepemilikan media tradisional maupun digital antara lain Jeff Bezos, Elon Musk, Patrick Soon-Shiong, dan Vincent Bolloré dari Prancis.

Rekomendasi Kebijakan Global

Untuk menyeimbangkan distribusi kesejahteraan, Oxfam mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk mengadopsi rencana pengurangan disparitas ekonomi nasional.

Organisasi ini mengalkulasi bahwa tambahan kekayaan miliarder sebesar US$ 2,5 triliun (Rp 42.412 triliun) pada tahun lalu hampir setara dengan total kekayaan yang dimiliki oleh 4,1 miliar penduduk dunia dengan tingkat ekonomi terbawah.

Tonton: Thomas Djiwandono Mundur dari Partai Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Calon Bos BI

Beberapa langkah strategis yang diusulkan antara lain:

  • Optimasi Pajak Kekayaan: Mempertimbangkan penerapan pajak yang lebih tinggi pada tingkat kekayaan ekstrem. Saat ini, pajak kekayaan telah diterapkan di beberapa negara seperti Norwegia, dan mulai menjadi bahan diskusi di Inggris, Prancis, serta Italia.
  • Batasan Lobi Politik: Memperketat aturan mengenai aktivitas lobi dan pembiayaan kampanye guna memastikan proses pengambilan keputusan tetap inklusif.
  • Penguatan Tata Kelola Pasar: Memastikan kompetisi tetap terbuka agar pelaku usaha menengah dan kecil memiliki ruang pertumbuhan yang sama di tengah ekspansi perusahaan raksasa.

Dinamika pertumbuhan kekayaan ini diprediksi akan terus menjadi fokus bahasan dalam diskusi ekonomi global di Davos, mengingat pengaruhnya yang signifikan terhadap stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Selanjutnya: Transaksi Pembayaran Digital Melonjak 39,21% pada Triwulan IV 2025

Menarik Dibaca: Promo Indomaret Harga Spesial 21-26 Januari 2026, Snack-Body Care Diskon hingga 40%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

×