Sumber: The Guardian,FC Barcelona,Financial Times,The Guar | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, baru-baru ini memutuskan mundur dari jabatannya, langkah yang memicu dinamika politik internal klub.
Mundurnya Laporta dilakukan karena ada aturan yang harus dipatuhi. Tidak lama lagi, Barcelona akan memilih presiden baru untuk mengatur arah klub di masa mendatang.
Di balik perannya di Camp Nou, Laporta dikenal sebagai figur dengan latar belakang kuat di dunia hukum, bisnis, hingga politik regional Spanyol.
Baca Juga: Top 5 Wanita Terkaya di Asia 2026: Miliarder India Memimpin
Profil & Perjalanan Karier Joan Laporta
Joan Laporta lahir di Barcelona dan menempuh pendidikan hukum di University of Barcelona.
The Guardian mencatat, Laporta mengawali karier profesionalnya sebagai pengacara dan mendirikan firma hukum Laporta & Arbos. Badan tersebut menjadi basis utama aktivitas bisnisnya sebelum terjun penuh ke sepak bola.
Karier Laporta di Barcelona dimulai saat ia terpilih sebagai Presiden FC Barcelona pada 2003. Menurut catatan sejarah klub, ia mengambil alih kepemimpinan klub di tengah tekanan finansial dan prestasi yang tidak stabil.
Dalam beberapa tahun, Barcelona justru memasuki fase kejayaan dengan sederet gelar domestik dan Eropa.
Salah satu keputusan paling berpengaruh adalah penunjukan Pep Guardiola sebagai pelatih tim utama. Keputusan tersebut mengubah Barcelona menjadi simbol sepak bola menyerang modern.
Setelah menyelesaikan periode pertamanya, Laporta kembali terpilih sebagai presiden pada 2021, kali ini dengan tantangan restrukturisasi keuangan klub.
Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Dunia Awal Februari 2026: Elon Musk Makin Sulit Dikejar
Aktivitas Bisnis dan Nilai Kekayaan Joan Laporta
Jabatan presiden Barcelona rupanya tidak memberikan gaji besar. Financial Times melaporkan bahwa sumber kekayaan Joan Laporta berasal dari praktik hukum, kegiatan bisnis pribadi, investasi, serta keterlibatan di dunia politik dan forum internasional.
Terkait nilai kekayaan, beberapa platform profil bisnis internasional memperkirakan kekayaan bersih Laporta berada di kisaran yang berbeda.
BBN Times melaporkan bahwa nilai kekayaan Joan Laporta diperkirakan sekitar US$8 juta, dengan sebagian besar berasal dari praktik hukum dan kegiatan bisnisnya sebelum dan di luar aktivitas di FC Barcelona.
Sementara menurut People Ai, estimasi yang lebih tinggi menempatkan kekayaannya di sekitar US$22,4 juta pada 2025 berdasarkan tren pendapatan dan akumulasi aset personalnya.
Baca Juga: Liang Wenfeng, CEO DeepSeek: Sosok di Balik Gebrakan Besar Industri AI
Mundur dari Jabatan Presiden Barcelona
Mengutip laporan Reuters, Joan Laporta secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Presiden FC Barcelona pada 9 Februari 2026.
Keputusan ini diambil untuk mematuhi statuta klub, yang mewajibkan presiden aktif mundur apabila ingin mencalonkan diri kembali dalam pemilihan.
Langkah tersebut membuka jalan menuju pemilihan presiden Barcelona pada 15 Maret 2026. Selama masa kampanye, operasional klub dijalankan oleh presiden interim bersama jajaran direksi sementara.
El Pais melaporkan, Laporta tetap menjadi kandidat unggulan meski harus menghadapi beberapa pesaing dari internal klub.
Baca Juga: Cara Bernard Arnault Menyiapkan Pewaris Kerajaan Mewah LVMH
Selanjutnya: Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026
Menarik Dibaca: Prakiraan Cuaca BMKG 10-16 Februari: Hujan di Indonesia Meluas, Siaga di Provinsi Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













