Sumber: Yahoo Finance | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Berkshire Hathaway resmi masuk ke era baru bersamaan dengan transisi kepemimpinan dari Warren Buffett kepada suksesor pilihannya, Greg Abel.
Pria berusia 63 tahun tersebut kini mengemban tanggung jawab besar sebagai CEO di Berkshire Hathaway yang bernilai US$ 1 triliun atau setara dengan Rp 16.749 triliun (kurs Rp 16.749 per dolar AS).
Melansir Yahoo Finance, penunjukan Abel sebagai penerus takhta Buffett sebenarnya telah dikonfirmasi sejak 2025, setelah bertahun-tahun spekulasi mengenai siapa yang akan memimpin raksasa investasi tersebut.
Meskipun kini telah menyandang status miliarder, perjalanan karier Abel dimulai dari pekerja biasa yang sangat sederhana di kampung halamannya.
Baca Juga: Jeff Bezos Pindah Rumah: Washington Kehilangan Pajak Rp16,74 Triliun
Profil Abel Greg, dari Pengumpul Botol ke CEO Berkshire Hathaway
Latar belakang Greg Abel mencerminkan ketekunan yang sering dikagumi oleh Buffett. Saat masih muda di Edmonton, Kanada, Abel mencari uang saku dengan cara mengumpulkan, membersihkan, dan menukarkan botol soda kosong seharga 5 sen per botol.
Dikutip dari Yahoo Finance, Abel bahkan mengoptimalkan rute bersepedanya saat pulang sekolah demi mendapatkan botol sebanyak mungkin.
Dalam satu kali perjalanan, ia bisa mengumpulkan lima botol, dan pada akhir pekan, koleksinya bisa mencapai 20 botol yang bernilai US$ 1.
Selain mengumpulkan botol, berikut adalah beberapa pekerjaan awal yang membentuk etos kerja Abel:
- Distributor Brosur: Ia berkeliling lingkungan rumahnya untuk membagikan selebaran iklan dengan upah hanya seperempat sen per pengiriman.
- Pengisi Alat Pemadam Api: Selama masa SMA, Abel bekerja di perusahaan tempat ayahnya bekerja untuk membantu mengisi ulang alat pemadam api.
- Akuntan Publik: Setelah lulus dari University of Alberta pada 1984, ia memulai karier profesionalnya di firma audit PwC.
Titik Balik Karier di Sektor Energi
Perjalanan Abel menuju puncak kepemimpinan Berkshire Hathaway dimulai saat ia pindah ke kantor PwC di San Francisco dan menangani klien perusahaan panas bumi, CalEnergy.
Bersumber dari organisasi nonprofit Horatio Alger Association, Abel kemudian memutuskan pindah dari dunia konsultansi untuk bergabung langsung dengan CalEnergy sebagai auditor.
Di perusahaan tersebut, Abel menunjukkan kemampuannya dalam membangun bisnis hingga menjadi firma holding global dengan puluhan ribu karyawan.
Momen krusial terjadi pada Oktober 1999 ketika Berkshire Hathaway mengumumkan akuisisi saham pengendali di CalEnergy, yang kemudian berubah nama menjadi MidAmerican dan kini dikenal sebagai Berkshire Hathaway Energy.
Kinerja Abel yang impresif selama memimpin unit energi tersebut membuat Buffett memberikan kepercayaan penuh. Menurut surat tahunan terakhir Buffett kepada pemegang saham, ia menyatakan bahwa Abel memahami berbagai lini bisnis dan personel perusahaan jauh lebih baik daripada dirinya sendiri saat ini.
Buffett juga memuji kemampuan belajar Abel yang sangat cepat terhadap isu-isu yang bahkan tidak dipertimbangkan oleh banyak CEO lain.
Tonton: Trump Mulai Bahas Caplok Greenland, Militer AS Jadi Opsi
Struktur Kekayaan yang Berbeda dari Buffett
Meskipun kini menjabat sebagai CEO di salah satu perusahaan paling bernilai di dunia, profil kekayaan Greg Abel memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan pendahulunya.
Melansir data Bloomberg, total kekayaan bersih Abel diperkirakan mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16,74 triliun.
Namun, hanya sekitar 18% dari total kekayaannya yang terikat pada saham Berkshire Hathaway. Hal ini sangat kontras dengan CEO perusahaan teknologi besar lainnya seperti Tim Cook dari Apple yang memiliki sekitar 38% kekayaan dalam bentuk saham perusahaan, atau Buffett sendiri yang hampir seluruh hartanya tersimpan di Berkshire.
Mayoritas kekayaan Abel justru berasal dari aksi korporasi pada tahun 2022. Saat itu, Berkshire membeli kembali (buyback) saham milik Abel di anak usaha Berkshire Hathaway Energy senilai US$ 870 juta (Rp 14,57 triliun). Transaksi tersebut menyisakan kepemilikan saham Abel di perusahaan induk senilai sekitar US$ 175 juta (Rp 2,93 triliun).
Selain itu, Abel tercatat menerima paket kompensasi sebesar US$ 20 juta (Rp 334,98 miliar) setelah dipromosikan menjadi Wakil Ketua Operasi Non-Asuransi Berkshire pada tahun 2018.
Kini, sebagai pemegang kemudi baru, pasar akan terus memantau bagaimana Abel mempertahankan budaya investasi disiplin yang telah dibangun Buffett selama enam dekade terakhir.
Selanjutnya: PRISM Rilis Travel Report 2025, Sajikan Tren Perjalanan Domestik di Indonesia
Menarik Dibaca: PRISM Rilis Travel Report 2025, Sajikan Tren Perjalanan Domestik di Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













