Sumber: Yahoo Finance | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Di tengah perdebatan mengenai etika kerja lintas generasi, Ricardo Amper, pendiri sekaligus CEO perusahaan identitas berbasis kecerdasan buatan (AI) bernilai US$ 1,25 miliar, Incode Technologies, mengambil posisi yang unik.
Amper menyatakan bahwa kenaifan generasi Z (Gen Z) justru menjadi sumber daya yang sangat kuat di industri teknologi dibandingkan pengalaman kerja yang panjang.
Melansir Yahoo Finance, Amper berpendapat bahwa memiliki terlalu banyak pengetahuan dalam industri teknologi terkadang bisa menjadi hambatan.
Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Dunia Awal Februari 2026: Elon Musk Makin Sulit Dikejar
Hal ini dikarenakan pengalaman yang menumpuk sering kali membawa bias yang menghalangi inovasi dan cara berpikir yang benar, benar baru.
Perusahaan Amper, Incode, saat ini memiliki valuasi setara Rp 20,95 triliun (dengan kurs Rp 16.766 per Dolar AS).
Prinsip Dasar dan Keunggulan Pikiran Segar
Amper, yang merupakan pengusaha dari generasi X, meyakini bahwa pendekatan berpikir dari prinsip dasar atau first principles sangat krusial dalam pengembangan teknologi. Menurutnya, anak muda sangat membantu karena mereka cenderung kurang memiliki bias terhadap cara-cara lama dalam menyelesaikan masalah.
"Keyakinan saya adalah muncul dengan pikiran yang segar dan prinsip dasar itu penting. Itulah mengapa anak muda sangat membantu di bidang teknologi, karena mereka kurang bias," kata Amper seperti dikutip Yahoo Finance.
Bagi Amper, karakter dan daya juang atau grit jauh lebih berharga daripada daftar pengalaman di resume. Di era generatif AI dan ChatGPT seperti sekarang, ia mencari orang-orang yang memiliki integritas dan kemampuan untuk bertahan di tengah kesulitan.
Kewirausahaan, menurutnya, lebih banyak tentang ketekunan dan karakter dalam menghadapi kesulitan.
Keseimbangan Antara Inovasi dan Kematangan Emosional
Meskipun sangat mendukung perekrutan tenaga kerja muda, Amper tidak menutup mata terhadap kekurangan yang mungkin dimiliki oleh Gen Z. Ia menyadari bahwa pekerja muda yang mahir teknologi mungkin masih memerlukan bimbingan dalam hal kematangan emosional.
Untuk menciptakan organisasi yang berjalan dengan baik, Incode menerapkan strategi keseimbangan sebagai berikut:
- Perekrutan Gen Z: Memanfaatkan perspektif segar, kreativitas, dan minimnya bias untuk mendorong inovasi teknologi.
- Perekrutan Karyawan Senior: Menempatkan tenaga kerja yang lebih tua untuk membawa kematangan emosional dan pengalaman dalam menangani situasi sulit yang dikembangkan melalui jam terbang.
- Kolaborasi Lintas Generasi: Menggabungkan mereka yang pernah melewati masa sulit dengan anak muda yang memiliki visi masa depan yang jernih.
Tonton: Presiden Prabowo Panggil Tokoh Organisasi Islam ke Istana Hari ini, Bahas Apa?
Tren Global: Kreativitas Melampaui Pengalaman
Pandangan Amper ternyata sejalan dengan tren yang terjadi di perusahaan AI ternama lainnya. Liang Wenfeng, CEO DeepSeek, sebuah perusahaan AI yang tengah naik daun, juga menyatakan bahwa keahlian dasar, kreativitas, dan gairah jauh lebih penting daripada pengalaman siap pakai jika perusahaan berorientasi pada tujuan jangka panjang.
Dikutip dari Yahoo Finance, Liang menjelaskan bahwa orang yang berpengalaman cenderung langsung melakukan sesuatu dengan cara yang pernah mereka lakukan sebelumnya.
Sebaliknya, tenaga kerja yang belum berpengalaman akan terus mengeksplorasi dan berpikir serius untuk menemukan solusi yang paling sesuai dengan situasi saat ini.
Tren ini tidak hanya terbatas pada perusahaan teknologi murni. Raksasa ritel global seperti Colgate-Palmolive, yang memiliki nilai pasar US$ 62 miliar atau sekitar Rp 1.039 triliun, juga mulai mengandalkan Gen Z.
Perusahaan melihat Gen Z sebagai penduduk asli digital yang membawa perspektif baru dan rasa ingin tahu yang tinggi, yang pada akhirnya mendorong organisasi untuk terus melakukan perbaikan.
Dengan valuasi perusahaan rintisannya yang telah mencapai status unicorn, Ricardo Amper membuktikan bahwa di dunia AI yang bergerak sangat cepat, keberanian untuk mempertanyakan status quo melalui pikiran anak muda merupakan aset yang tak ternilai harganya bagi investor dan keberlangsungan bisnis.
Selanjutnya: Daftar HP Baru Rilis di Akhir Januari: Cek Produk yang Tersedia di Indonesia
Menarik Dibaca: Desain iPhone 17e: Bezel Tipis dan Charger Super Cepat Menanti
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













