kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%
SOSOK /

Buffett: Kelas Menengah, Utamakan Tabungan Dulu Baru Belanja di 2026


Senin, 05 Januari 2026 / 15:33 WIB
Buffett: Kelas Menengah, Utamakan Tabungan Dulu Baru Belanja di 2026
ILUSTRASI. Buffett: Kelas Menengah, Utamakan Tabungan Dulu Baru Belanja di 2026. (dok./Kontan)

Sumber: Yahoo Finance | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Warren Buffett, kembali memberikan panduan fundamental yang sangat relevan bagi kelompok masyarakat kelas menengah untuk menghadapi dinamika ekonomi tahun 2026.

Wejangan ini menekankan pada perubahan paradigma dalam mengelola arus kas bulanan agar tidak terjebak dalam siklus konsumerisme yang merugikan.

Prinsip utama yang ditekankan oleh pimpinan Berkshire Hathaway ini adalah metode "paying yourself first" atau mengutamakan alokasi tabungan sebelum memenuhi kebutuhan lainnya.

Baca Juga: Update Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Awal 2026, Satu Nama Baru Muncul

Strategi ini dianggap sebagai fondasi paling kokoh dalam membangun kemandirian finansial jangka panjang.

Buffett mengingatkan bahwa kesalahan terbesar banyak orang adalah hanya menabung sisa dari apa yang telah dibelanjakan.

Mengubah Paradigma Menabung dan Belanja

Dilansir dari Yahoo Finance, Buffett menyarankan agar masyarakat membalik logika pengelolaan uang mereka. 

"Jangan menabung dari apa yang tersisa setelah belanja, tetapi belanjalah dari apa yang tersisa setelah menabung," ungkap Buffett dalam sebuah kesempatan yang dikutip dari Yahoo Finance.

Di Indonesia, penerapan prinsip ini bisa dimulai dengan menyisihkan dana segera setelah menerima gaji atau pendapatan usaha. 

Jika seseorang memiliki penghasilan bulanan sebesar Rp 15 juta, maka idealnya sekitar 20% hingga 30% atau Rp 3.000.000 sampai Rp 4.500.000 dialokasikan langsung ke pos tabungan atau investasi. 

Langkah Strategis Mencapai Stabilitas Finansial

Buffett juga menyoroti pentingnya hidup hemat dan memotong pengeluaran yang tidak mendesak.

Kedisiplinan ini membantu individu untuk lebih jeli dalam membedakan antara kebutuhan primer dan keinginan semata.

Berikut adalah langkah-langkah praktis yang disarankan untuk mencapai keamanan finansial:

  • Menerapkan Anggaran Ketat: Mencatat semua pengeluaran rutin dan mengeliminasi biaya-biaya yang bersifat superfisial atau berlebihan.
  • Menghindari Utang Konsumtif: Buffett menyarankan penggunaan transaksi tunai atau debit untuk menghindari jebakan bunga utang yang dapat mengganggu stabilitas keuangan.
  • Investasi pada Diri Sendiri: Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karena aset terbaik yang memberikan imbal hasil tertinggi adalah kemampuan diri sendiri.
  • Konsistensi dalam Berinvestasi: Fokus pada instrumen jangka panjang dan tidak terjebak pada fluktuasi pasar jangka pendek.

Mengenai strategi penempatan dana, Buffett menyarankan sebuah pendekatan yang sederhana namun efektif bagi sebagian besar orang.

Ia merekomendasikan untuk terus membeli reksa dana indeks yang memiliki biaya rendah secara konsisten, baik dalam kondisi ekonomi yang sedang tumbuh maupun saat sedang lesu.

Tonton: Presiden Venezuela Maduro Ditahan AS di Penjara Kumuh Rawan Penusukan

Filosofi Investasi Jangka Panjang

Bagi investor di pasar modal, prinsip kesabaran adalah hal mutlak yang selalu digaungkan oleh Buffett.

Ia menekankan bahwa jika seseorang tidak bersedia memiliki sebuah saham selama sepuluh tahun, maka sebaiknya tidak pernah terpikir untuk memilikinya bahkan untuk sepuluh menit.

Hal ini menunjukkan bahwa investasi bukan tentang spekulasi cepat, melainkan partisipasi dalam pertumbuhan nilai perusahaan yang fundamentalnya kuat.

Di pasar domestik, pembaca dapat mengadopsi pemikiran ini dengan memilih instrumen investasi yang memiliki rekam jejak yang jelas dan biaya pengelolaan yang transparan.

Diversifikasi pada aset yang likuid akan sangat membantu jika terjadi kebutuhan mendesak yang tidak terduga di masa depan.

Meskipun Buffett sangat menekankan pada aspek penghematan dan kedisiplinan, ia tetap mendorong masyarakat untuk menjalani hidup yang seimbang. Kesejahteraan finansial hanyalah sarana untuk mencapai kebahagiaan, kesehatan, dan hubungan sosial yang baik.

Dengan menyisihkan dana di awal, setiap individu dapat memiliki ketenangan pikiran karena masa depan mereka telah terencana dengan baik.

Strategi yang ditawarkan oleh Buffett ini menjadi peta jalan yang krusial, terutama bagi mereka yang sedang berupaya memulihkan kondisi finansial setelah menghadapi berbagai tantangan ekonomi beberapa tahun terakhir. Fokus pada pertumbuhan personal dan pengelolaan utang secara bijak merupakan langkah awal yang tidak bisa ditawar lagi untuk mencapai kesuksesan finansial yang berkelanjutan di tahun 2026.

Selanjutnya: Dibayangi Sentimen Geopolitik, Harga Minyak Mentah Terkoreksi

Menarik Dibaca: Ramalan 12 Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 6 Januari 2026, Harus Cermat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

×