Sumber: Yahoo Finance | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Inflasi dapat menurunkan daya beli dan memengaruhi stabilitas keuangan banyak orang, terutama saat kondisi ekonomi global bergerak naik turun.
Menghadapi situasi ini, strategi tokoh investasi dunia seperti Warren Buffett menjadi rujukan penting bagi banyak investor.
Strategi Buffett, mengutip Yahoo Finance, dapat membantu menggambarkan cara pandang investor legendaris tersebut dalam menjaga nilai kekayaan di tengah tekanan inflasi.
Baca Juga: Pelajaran Bisnis Nicole Dawes: Inovasi dan Gaya Hidup Sehat
Melalui dua pendekatan utama, Buffett kembali menegaskan prinsip investasi jangka panjang yang dianggap relevan hingga saat ini. Berikut dua strategi utama yang ia tekankan.
1. Berinvestasi pada Pengembangan Diri
Buffett menilai bahwa pengembangan diri adalah investasi terbaik yang tidak tergerus inflasi. Ia menegaskan dalam berbagai kesempatan bahwa kemampuan seseorang tidak dapat hilang nilainya akibat perubahan ekonomi.
Keahlian tertentu, jika terus dikembangkan dan dibutuhkan oleh pasar, akan tetap memiliki nilai meskipun kondisi ekonomi sedang melemah.
Hal ini menunjukkan bagaimana Buffett memandang kemampuan pribadi sebagai aset yang mampu menjaga kestabilan keuangan jangka panjang.
Mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan industri dapat membuka peluang pendapatan baru dan menjaga ketahanan finansial seseorang.
Keterampilan yang terus diasah juga memberikan fleksibilitas menghadapi perubahan ekonomi yang tidak dapat diprediksi.
Karena itu, peningkatan kemampuan menjadi salah satu langkah yang paling tahan terhadap inflasi, sekaligus investasi tanpa risiko yang dapat dilakukan siapa saja.
2. Berinvestasi pada Real Estat
Selain pengembangan diri, Buffett juga menilai real estat sebagai pilihan yang kuat ketika inflasi meningkat.
Properti dianggap memiliki nilai intrinsik yang stabil karena bersifat nyata dan tidak mudah dipengaruhi volatilitas pasar jangka pendek.
Buffett menjelaskan bahwa bisnis berbasis properti tidak menuntut reinvestasi besar secara terus menerus sehingga lebih aman ketika biaya meningkat akibat inflasi.
Nilai properti secara historis cenderung meningkat seiring berjalannya waktu, terutama saat nilai uang melemah.
Hal ini membuat real estat sering dipandang sebagai aset yang mampu memberikan perlindungan ketika inflasi tinggi.
Walaupun tidak ada investasi yang sepenuhnya kebal dari gejolak ekonomi, real estat tetap menjadi salah satu kategori yang paling stabil menurut pandangan Buffett.
Selain itu, kepemilikan properti dapat memberikan manfaat tambahan seperti potensi pendapatan pasif dan diversifikasi portofolio.
Tonton: Menkeu Purbaya: Bea Cukai Terancam Dibekukan Presiden Jika Tak Bebenah
Pentingnya Perspektif Jangka Panjang
Kedua strategi tersebut menunjukkan cara berpikir jangka panjang yang selalu ditekankan Buffett.
Ia tidak menekankan pada keuntungan yang instan, tetapi pada pembangunan fondasi finansial yang kuat dan tahan terhadap perubahan ekonomi.
Fokus pada pengembangan diri serta kepemilikan aset riil seperti real estat menunjukkan pendekatan sederhana namun mendalam untuk menghadapi inflasi.
Dengan memahami strategi ini, investor dapat mempertimbangkan langkah yang lebih stabil di tengah ketidakpastian ekonomi.
Jika dikembangkan secara konsisten, kedua pendekatan tersebut dapat membantu menjaga nilai aset sekaligus memperkuat ketahanan keuangan di masa depan.
Selanjutnya: Kenapa COD Shopee Tidak Muncul? Pahami 6 Faktor Ini
Menarik Dibaca: Rekomendasi 6 Serial Supranatural Netflix Penuh Hal-Hal di Luar Nalar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













